Tahukan kita apa penyebab krisis moneter tahun 1998 yang mengakibatkan semua harga barang-barang pokok mahal sehingga kita kehilangan kemampuan membeli barang kebutuhan kita disebabkan income kita juga tidak bertambah. Kalau untuk yang satu ini begini ceritanya yang didapat dari berbagai sumber yang tentu saja kupercaya, kalau pembaca mau percaya dan keterima logika ya Syukur Alhamdulilllah. Jadi, para pemilik uang yang notabene para Yahudi memberikan pinjaman yang banyak sekali kepada pengusaha-pengusaha yang tentu saja ingin mengembangkan usahanya sekaligus memenuhi hasras rakus dalam setiap diri manusia. Pinjamaan dalam bentuk dollar yang harganya taruhlah masih Rp 2.000 untuk 1 dollar Amerika. Pelan-pelan utangpun bertambah, bisnis dijalankan, ada untung pinjam lagi untuk memperbesar usaha dan memuaskan sifat rakus manusia. Begitu banyak pengusahan yang berhutang, banyak sekali. Hingga pada suatu saat para pemilik uang itu/yahudi, misalnya George Soros dengan uangnya yang tak terbatas, membeli semua dollar yang seharga 2.000 itu. Habislah dollar di pasaran. Karena dollar susah dicari, sementara utang mesti dibayar dalam bentuk dollar, maka naiklah harga dollar karena banyak yang mencari. Jadilah harganya menembus level Rp.15.000. Bagaimana pengusaha mau membayar hutangnya dalam bentuk dollar, karena dia simpan dalam bentuk rupiah, keuntungan dalam rupiah, mau bayar utang yang sekarang udah naik berlipat-lipat maka tumpurlah pengusaha-pengusahan yang meminjam uang dalam bentuk dollar itu, juga dia tak menyimpan banyak dollar. Walaupun bisnis sektor riil kelihatannya tak terimbas, memang kalau produksinya murni dari dalam negeri maka tak akan terkena imbas. Misalnya petani coklat, tanahnya punya sendiri,tanamannya beli pakai rupiah, pupuknya pupuk kandang, atau pupuk kimia buatan dalam negeri, dollar naik yah ga pengaruh, apalagi coklatnya dijual ke luar negeri dihargai pakai dollar, jadi ya bisa langsung beli rumah dan mobil dong..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar