Hampir kebanyakan dari kita semua pernah main game console, bahkan ada juga yang hobby. Bagaimana pengaruh game consule (baik playstation, psp, computer, dll) buat anak, baik dari sisi perkembangan mental anak, kemampuan komunikasi dan adaptasi terhadap lingkungan sekitar.? Saya tertarik untuk membahasnya.
Yang ingin saya sampaikan adalah apakah memberikan game consule untuk anak-anak khususnya dibawah usia sekolah dasar 6-7 tahun, apakah merupakan wujud kasih sayang orang tua yang biasa saja, atau memang karena orang tua yang malas bersenda gurau/bermain dengan anak, atau orang tua yang tidak sempat mengajak anaknya bermain sehingga harus memberikan game consule, atau memang sebuah siasat untuk menambah daya kreatifitas anak untuk menyelesaikan soal-soal melalui permainan, atau memang memberikan game yang terlalu dini pada anak membuat perkembangan komunikasi anak terhadap lingkungan menjadi terpengaruh.
Tema ini menarik , karena hampir kebanyakan dari kita memiliki anak dan menginginkan anak yang memiliki perkembangan komunikasi dengan lingkungan dengan nilai yang baik. Dengan menyampaikan realita-realita kekhawatiran beberapa orang tua yang khawatir dengan gandrungnya anak terhadap “game” dan kurang merespon lingkungan sekitar, serta ada juga memang bahkan orang tua yang menganggap ‘game’ mampu digunakan untuk meningkatkan kreatifitas anak dan kecepatannya dalam belajar. Sehingga saya tertarik untuk membahasnya.
Ada beberapa pemahaman bahwa Anak boleh dikatakan merupakan masa depan dan harapan dari orang tua. Pada anak-anak inilah nantinya kebanggaan orang tua diletakkan. Pemberian ramuan yang tepat pada anak di usia gemilangnya, diharapkan menjadi dasar untuk anak meraih masa depan yang lebih baik. Seperti apa yang pernah dikatakan: St. Francis Xavier:Give me the children until they are seven and anyone may have them afterward. Apa yang kita tawarkan pada anak pada saat balita akan menjadi dasar kehidupannya kelak.
Yang selalu unik adalah selalu ada 2 sisi mata pisau yang berbeda, bahkan dalam pengertian kita terhadap memberikan waktu ‘ngegame’ untu anak-anak. kita akan membahas beberapa manfaat bermain game dari beberapa penelitian para ahli, profesor psikologi dari University of Illinois, Amerika Serikat, Dr Arthur F. Kramer disimpulkan manfaat dari bermain game yaitu:
1. Bisa menjadi sarana hiburan yang menyediakan interaksi sosial: Untuk anak-anak, usianya adalah usia bermain dan selalu menjadi sarana hiburan, kapanpun dan dimanapun asalkan tidak dalam keadaan sakit.
2. Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers-gamers lainnya secara multiplayer: Kita bisa mengajarkan semangat kerjasama dan team work sejak dini.
3. Bagi manula (lansia) , bisa mengurangi efek kepikunan: Yang ini udah barang tentu buat bapaknya.. hehe J
4. Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan: Kita yang sudah dewasa juga kadang merasakan kepercayaan diri yang meningkat ketika mampu menyelesaikan suatu permainan di dalam game console.
5. Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas
6. Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi – terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak cowok.
7. Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
8. Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain.
Namun selain manfaat dari main game ini tadi, selalu ada sisi lain yang juga menjadi sorotan. Mengenai gejala yang menunjukkan jika anak-anak sudah ‘candu’ terhadap game adalah jawaban dari beberapa pertanyaan berikut ini:
· Apakah anak bermain seharian, sering bermain dalam jangka waktu lama atau lebih dari 3 jam.
· Apakah anak bermain untuk kesenangan, cenderung seperti tak kenal lelah dan mudah tersinggung saat dilarang.
· Apakah anak bermain game mengorbankan kegiatan sosial terhadap lingkungan dan susah diajak komunikasi dan bicara oleh orang tua/orang lain.
Pertanyaan-pertanyaan di atas biarlah kita sendiri yang menjawabnya dalam hati atau, jika anda ingin memberikan komentar jangan sungkan untuk memberikannya.
Tapi iseng-iseng saya coba memperhatikan game-game yang banyak diminati oleh anak-anak bahkan remaja zaman sekarang, yakni game olahraga dan banyak juga game-game yang isinya kekerasan (berhubungan dengan pukul-pukulan, tembak-menembak, berantem) dan 17+. Ga percaya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar